[3rd winner] Manufacturing Research Center Building Competition-UI


Di sayembara ini saya bekerja sama dengan bapak K. Erie Sudewo. Dari 15 belas sayembara yang pernah di keluarkan UI saya berkesempatan untuk mengikuti 3 sayembara saja dan kebetulan 2 kali pernah menjadi pemenang, pertama dan yang terakhir ke 3 yaitu sayembara gedung MRC (manufacturing research center) ini. Mungkin solusi yang di tampilkan dalam desain ini tidak cukup tepat, sehingga juri tidak memutuskan sebagai pemenangnya.

Dalam penentuan desain kali ini lebih melihat secara general keinginan dari kampusnya dan menerjemahkan kembali visi dan misi serta kita tetap menekankan kompromi terhadap lingkungan dan sekitarnya. Tidak ketinggalan juga yang terpenting adalah memaknai kembali apa yang diperlukan oleh penggunanya.

Dengan lingkungan yang telah terbangun dan akan di bangun pada kedua belah sisinya maka penentuan sikap bangunan sangat sulit karena terbatas dengan bangunan yang telah ada. Pada prinsipnya saya melihatnya ini adalah critical issue-nya, dan ini yang harus pertama di pecahkan terlebih dahulu tetapi dengan simultan juga memikirkan pemecahan persoalan lainnya. Solusinya adalah dengan tidak mensejajarkan dinding bangunannya sehingga view tidak terblok, geometri yang memunkinkan adalah bentuk segiitiga, dan pabila 2 segitiga di satukan akan menjadi huruf X. keuntungan lain yang didapat adalah ruang antara bangunan lebih luas dan bisa di jadikan ruang berkegiatan serta ruang hijau.

Research merupakan kata yang sedikit “angker” bagi beberapa orang, kita mencoba untuk cros programming dengan tempat “bermain”, mengubah tempat riset menjadi menyenangkan dan ramah, secara desain pada setiap lantai di sisipkan ruang-ruang aktif yang bisa diperggunakan sebagai ruang bersama outdoor yang flexible bisa di pakai untuk berbagai aktifitas

Sebetulnya inti dari desain ini adalah kompromi dengan lingkungan sekitar dan menerjemahkan kembali research-nya. Sisa konsepnya adalah pertimbangan desain untuk melengkapi konsepnya supaya sempurna dan pemenuhan harapan yang di sebutkan di TOR. Apabila di simpulkan kembali sangat cukup mudah untuk memutuskan desainnya, yaitu dengan melihat permasalahan dengan jeli, memilih permasalahan yang paling kritis kemudian selesaikan dengan sederhana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s